Dear Diary : Time

Dear diary…

 

Pukul 00.00

Gelap sekali…

Di mana…?

 

Hm?

Ah, secercah terlihat…!

 

Apa gerangan…

 

Eh…!?

 

Ditarik kencang!

 

Tu… Tunggu! Tidak ada penjelasan kah?

 

Hei…! Kubilang tung…!

 

 

Pukul 04.00

Dear diary

 

Sudah empat jam aku di sini!

 

Tempat yang aneh…

Banyak suara, banyak bayangan… Hal-hal yang belum pernah kulihat sebelumnya!

 

Hm…

Beberapa detik awal, memang mengejutkan…

Beberapa menit awal, aku bahkan tak dapat melihat apapun!

 

Tapi sudah empat jam berlalu,

Dan syukurlah, aku masih ada di sini…

 

Dear diary, semua itu karena keberadaan dua orang malaikat! (Dan beberapa malaikat lain yang menyertai mereka juga!)

 

Ya, mereka sudah ada sejak detik pertama…

Aku tak dapat melihat mereka memang… Apalagi mengenali mereka di saat-saat itu…

 

Tapi… entah mengapa…

Aku tahu aku aman…

Disayang… Dicinta…

 

Empat jam awal…? Luar biasa!

 

 

Pukul 08.00

 

Dear diary

 

Belajar…

Hm, tahukah kamu tentang kata ini?

 

Dalam empat jam terakhir ini, hal itulah yang terus-menerus terngiang di sekitarku!

 

Belajar ini, belajar itu, belajar ini lagi, belajar itu lagi…

 

Aduh, diary

Aku tidak suka ini!

 

Sampai kapan harus kulakukan?

 

Tapi… Menurut dua malaikat itu… Ini harus kulakukan…

Ini demi masa depan! Ulang mereka…

 

Oh! Diary!

Berkali-kali aku menolak! Aku benci ini!

Ingin kembali ke jam-jam awal!

 

Bebas, hanya bercanda sepanjang waktu dengan mereka…

 

Huh! Dua malaikat itu tidak setuju!

 

Apa mereka sudah tidak menyayangiku!?

 

 

Pukul 12.00

 

Diary, sekarang sudah tengah hari!

 

Menurut dua malaikat, sudah waktunya untuk berpikir…

Hendak melanjutkan ke mana dari sini?

 

Pertanyaan yang hingga kini, tak kutemukan jawabnya…

 

Entahlah, diary… Sulit sekali, lho…

 

Banyak pilihan!

Melakukan ini asyik… Melakukan itu juga asyik…

 

Ada beberapa yang ikut-ikut menasihati, sih…

Katanya, memang melakukan itu menyenangkan, tapi kamu tak bisa hidup dengannya!

 

Diary, aku tidak mengerti…

Memangnya, apa yang perlu untuk hidup itu?

 

 

Pukul 14.00

 

Diary! Diary! Diary!

 

Aku sudah dewasa!

 

Uhm… Jangan tanya apa artinya itu…

 

Ada yang bilang, dewasa itu berarti tanggung jawab…

Ada yang bilang, dewasa itu berarti kuat!

 

Tapi dua malaikatku bilang, dewasa itu berarti…

Satu langkah menuju kemandirian… Satu langkah meninggalkan mereka…

 

Diary

Entahlah, rasanya tidak enak…

 

Bila itu artinya dewasa, aku tidak mau!

 

Aku… Ingin tetap di sini… Bersama dua malaikat itu…

 

 

Pukul 15.00

 

Aduh, harus mengisi engkau lagi, ya?

Kenapa, sih? Untuk apa?

 

Aku sibuk sekarang, diary!

 

Sekarang aku sedikit lebih mengerti tentang apa itu hidup! Apa yang diperlukan untuk bertahan!

Konon, itu adalah UANG, diary!

 

Menit-menit berlalu!

Satu jam berlalu!

 

Sekarang, sibuk!

Tak ada waktu!

Tak ada waktu!

Tak ada waktu!

 

 

Pukul 18.00

 

Dear diary

 

 

Malaikatku sakit…

 

Aku melihat tubuhnya melemah… Mengecil…

 

Ia batuk-batuk… Hanya berbaring sepanjang waktu…

 

Malaikat yang satunya pun tak dapat membantu…

Hanya dapat memohon padaku…

 

Untuk tinggal sebentar…

Sebentar saja…

 

 

Tapi… Mana ada waktu untuk itu?

 

Aku menyayangi mereka, tapi… Ada yang lebih penting!

 

Harus pergi! Harus pergi!

UANG! UANG! UANG!

 

 

Pukul… 20.00

 

D… Dear… Diary…

 

Maaf membasahi tubuh polosmu…

 

Aku… Aku…

 

Malaikatku…

 

Terbang pergi…

 

 

Pukul 22.00…

 

CUKUP!

CUKUP!

 

MENGAPA HARUS KULAKUKAN INI!?

APA ARTINYA!?

 

SAMPAI KAPAN!? SAMPAI KAPAN AKAN MENYIKSAKU!?

 

DIARY!

 

Ma… Ma… Ma…

 

Malaikatku…

 

Pe… Pergi…

 

 

Pukul 23.58

 

Dua menit terakhir, ya?

 

Apa kira-kira yang harus kutulis, hm?

 

Yang kulakukan di tempat ini hanya bayang-bayang…

Hanya 24 jam, dan semuanya hilang…

 

Isinya…? Bukan apa-apa kecuali kebingungan, penyesalan, dan kehilangan…

 

 

Oke, oke…

 

Dear diary

 

Kutinggalkan ini untuk yang berikutnya…

 

Ingatlah, wahai Pendatang…

 

Ingatlah apa yang penting dalam 24 jam ini…

 

Bukan hidupmu, bukan uangmu, bukan kamu…

 

 

Tapi kasihmu…

Waktumu…

Perhatianmu…

 

Belajarlah satu hal ini, dan kau takkan menyesal, Pendatang…

 

Hidup ini… Bukan tentangmu saja…

 

Hiduplah untuk orang lain…

 

 

Pukul… 24.00…

 

Terima kasih, diary

 

Selamat tinggal…

 

 

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s