Layar, Roda, dan Sayap

Ahh…

Ini dia…

 

Ketuk berlalu, detik melaju!

Angin, angin, angin…

 

Ini nyawaku!

 

 

Ada kisah tentang anak manusia.

Para pewaris kekuatan Adam.

Para nikmat kasih Hawa.

Satu, Dua, Tiga, dan Empat.

 

 

Satu Sang Tampan.

Pangeran serta Idaman.

 

Senyum adalah takhta,

Nasehat dan mahkota.

 

Tanpa bicara, kasih terkira…

Terkira…?

Tidak, Kawan… Tidak terkira…

 

Hati tersuci, mata terbaik.

Tanpa malu, buang yang lalu.

Akui, akui, akui…

Jadi saksi bagai besi.

 

Pangeran, Sang Satu.

Maha memanggil, Kuasa mengedik.

“Ini waktunya.”, ucap Maha.

“Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.”

 

Maka sayap pun datang, deru dan siang.

Matahari, awan, dan biru.

Pangeran pergi dengan haru…

 

 

 

Itu Satu…

 

Kini Dua dan Tiga…

 

Tangan Kanan dan Kiri…

Para Hamba yang Diangkat.

Maha menjadi, Maha memanggil.

“Datanglah!”, deru-Nya!

“Bangkitlah! Menjadi teranglah!”

 

 

 

Berani nian, Dua dan Tiga…

Tanpa berpegang, tanpa menyesal.

Langkah jejak, nyawa dan jiwa!

“Ya!”, sambut mereka!

“Kami akan menjadi terang!”

 

 

Roda, roda, roda…

Berputar bagi, berputar lagi…

 

 

 

Maha…

 

Merekalah mata-Mu…

Merekalah tangan-Mu…

 

Berani, m’reka berlari.

Tiada gentar, tiada ragu.

Aliran tangis, peluit berangkat…

 

Lindungi mereka Ya Maha…

Sayangi mereka Ya Maha…

Tunjukkan sertaan-Mu…

Pada hamba di jalan-Mu…

 

 

Ini doa Empat untuk mereka…

Dari jauh, hanya bisa memohon…

 

Selamatlah, Kawan…

Selamatlah di tujuan…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s