Nama

Tua… Tua sekali.

 

Putih beruban, usang berzaman…

 

Sang Bumi saja menggeleng.

Apalagi Langit?

Kakak dan adik, satu tujuan, satu pilihan.

 

 

Derita…

 

 

Biru, alam.

Abu, kelam.

Hitam, malam.

 

Satu sama, satu tak beda.

 

Bersalah.

 

 

Oh…

Sang Cipta…

Khalik S’gala Yang Ada…

 

Hamba tak tahu menahu! Sungguh!

 

Satu saat, Hamba kira ini jalannya…

Saat lanjut, marifat datang!

Hikmat terobos!

Tidak kasihan, guling Hamba hina dosa…

 

 

Apa…

Apa Hamba punya, Tuan?

 

S’gala Hamba pikir tepat, ternyata sesat…

 

Hamba tahu berbuat baik.

Namun, kembali…

Apakah baik itu?

 

Hamba yakin Hamba pintar.

Tapi, Tuan…

Apakah pintar itu?

 

 

Apa gunanya?

 

Jika tiap nafas adalah coba…

Jika tiap degap adalah barah…

Kutuk, penyakit, sampah terbusuk!

 

 

 

Tuan…

Ajari Hamba…

Meski sulit Hamba taati…

 

Tuan…

Kasihi Hamba…

Meski sulit Hamba tunduki…

 

 

Ya, Tuan…

Raja s’gala raja, Tuan segala tuan…

 

Debu tanah, b’ranikan diri…

Datang, berserah…

 

Segala awal, semua akhir.

Salah, benar, tuduh, gerogot.

Ini, itu… Apa, tak tahu.

 

Hamba hanya tahu Engkau.

Hanya ingin Engkau.

Ha… Hanya…

Hanya kenal Engkau.

 

 

Dengarlah, Tuan…

Dengarlah pinta Hamba…

 

 

Siapa…

Nama Hamba…?

 

 

 

Senyum riak awan…

Putih lembut, sibak, Kawan…

 

Bisik tenang, damai di hati.

“Manusia.
Namamu… Manusia.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s