Pelayan

Temaram, Bintang Terang meredam.

Tarian api goyah seakan para nubuat.

Ulurkan tangan…

Bayang lubang rusak hadirat.

 

Merebak, Sang Tabir terkuak.

Tiga Satu, tiga kali, tiga hari.

Lepas rendah, bungkuk rendah.

Ikatkan pinggang…

Kilas tombak menahan sejenak.

 

“Gu… Guru…?”

 

“Tu… Tuhan…?”

 

“Apa yang Engkau…?”

 

Pijak, untuk melenyap.

Air Hidup menggapai hina.

Roti Hidup menggenggam nista.

Alun nada berserah ada di sana.

 

Raih, dan celup.

Satu, tiga, dua belas.

Dan di tengah liar abu rasa para murid…

 

Bangkit, dan hela.

 

“Kuatkan dirimu. Aku telah mengalahkan dunia.”

 

“… T… Tuhan…?”

 

Kembali, dan kuatkan.

 

 

Senyum.

 

“Aku mengasihi kalian.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s