Penenun

Segumpal, setenun.

Benang sedia, jarum pun ada.

 

Duduk hadap, ceracap.

Pejam satu, membuka!

Baiklah, hela-Nya!

Mainkan seg’ra!

 

Denting iring, mengalun dan gaun.

Membungkuk, bermain.

 

Pelan lembut sentuh dan ayun.

Dalam gelap, berputar.

Pusat atas, Ia membuat.

 

Mendasar, membentuk.

Tenun sayang merebak riang.

Cikal bakal, semua akan ada.

 

Senyum ciri, gumam mengikut.

“Aku suka bagian ini. Oh ya.
Hati lembut, rasa hancur. Kasih limpah simpan tumpah sampai ruah.
Sepadan, sebentuk.
Air mata, dan tangisan.
Kuharap hanya temu dan kasih, Sayangku.
Kuharap betul kedua itu.”

 

Berlanjut, cokelat terang menembus jalin.

Kembali.

“Suara indah… Sudah.
Sentuhan ahli… Pasti.
Sedikit… Ah…
Sedikit lemah tak apa, ya Sayang?
Akan ada kawan lengkapi semua itu.”

 

Terhela, dan mundur.

Senyum kembang memuas sukma.

Tanpa sadar…

Bergumam.

“Akan banyak rintangan di sana, Sayang.
Mungkin tak paham saat tumbuh, tapi…
Kamu bisa, Sayang, Aku tahu.
Apapun datang, bertahan, ya?
Lihat saja ke atas, dan Aku kau temukan.”

 

Tanpa tahu, Sang Maha Sang Tahu.

Air mata…

“Akan ada hilang, Aku mengerti.
Ada sakit, Aku membuat.
Pasti, Sayang-Ku… Pasti.
Saat derita, masa tersepi, semua sendiri…
Aku tahu, Aku pahami.”

 

“Tapi tak apa, Sayang-Ku! Tak apa!
Kamu ‘kan lalui s’gala lara s’gala tawa.
Kamu akan bahagia, kamu akan merasa…”

 

Belum lagi menguap, girang.

“Wah, tulang rusuk! Ini bagian menyenangkan!
Tapi, Anak-Ku… Bersabar, ya.
Akan ada waktu terbaik, akan ada dia terbaik.
Jangan takut, Aku ‘kan membawa.”

 

Terawang…

Dan pejam…

 

Hela.

“Sudah terlalu banyak kata-kata, Sayang-Ku.
Sudah terlalu banyak.

Jangan khawatir, akan ada banyak percakapan yang ‘kan datang.
Di situ Kucurahkan hati padamu.
Semua rencana, semua panggilan, semua tujuan.
Kuberikan padamu, Sayang, pasti!
Pasti…”

 

 

Tengadah atas…

Memejam.

 

“Sampai bertemu lagi, Sayang-Ku…
Semoga bahagia…
Taati malaikatmu.
Jadilah terbaik.
Tak apa dengan kesalahan.
Berjalan terus, dan jangan takut…”

 

Celah tipis…

Cahaya…

 

Senyum.

“Jangan khawatir, Aku akan mencarimu.
Dan Aku pasti menemukanmu.
Nah…
Selamat bertualang…
Kutunggu kisahmu…”

 

 

 

 

“SELAMAT BU! SELAMAT PAK!
ANAK LAKI-LAKI!
ANAK LAKI-LAKI SEHAT, BU! PAK!
PUJI TUHAN!!!”

 

 

 

 

Di atas, tak jauh selain dekat.

Tertawa…

“Selamat bersenang-senang… Sayang-Ku.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s