Raja dan Zaman

Mentari, dan siang.

Hadir tentang, di dalam bayang.

 

Pertama.

 

Selamat pagi.

Gelap masih raja, apa pilih bersahaja?

Tidak.

Pedang angkat, perang berangkat.

Teringat.

 

 

Mentari lagi, dan siang lah lagi.

Hadir tentang, di dalam bayang.

 

Kedua.

 

Selamat siang.

Terang mulai sapa, satu tanya mengapa?

Embun hari terik hari, semua salah pada hari.

 

 

Ayo.

Tajam kilat geletar hujam.

Teringat, teringat.

 

 

Mentari lagi, siang pun lagi.

Hadiri tentang, di dalam bayang.

 

Ketiga.

 

Selamat malam.

Sabit perak seruak kaca, inikah tiga ataukah panca?

Dingin hangat, berganti berganti.

Gemuruh getar, sorakan gempa!

 

Masih ingat…

M… Masih teringat…

 

 

Mentari lagi, siang pun lagi.

Hadiri tentang, mendalam bayang.

 

 

En… Entahlah…!

 

Apa detik berarti ngeri?

Tiga pada empat, empat pada puluh!

Besar tantang, tombak memancang!

 

I… Ingatkah…?

 

Tiada, Kawan… Tiada tersirat!

Kenang lalu meluruh pilu.

HANCUR KEPING DAN LENYAP SEMU!!!

 

DI MANA!!??

DI MANA SEMUA KEJAYAAN?

DI MANA SEMUA AJAIB?

 

BOHONG!!!

 

BOHONG BELAKA!!!

 

BINASA, KAWAN!!!

BINASA RUNTUH RUSAK RAJALELA!

RUSAK!!!

RUSAK!!!

 

 

 

Mentari baru, siang yang baru.

Hadir tak tentang, bayang tak halang.

 

Jauh Selatan, naik daki dalam muda.

Satu Nama tergenggam, S’gala Alam dan percaya!

 

Atas, atas, atas, dan atas.

Lalu…?

Bawah.

 

Bawah…!

Bawah…!

Bawah kerah sampai marah!

 

Lima ada, dua pancang.

Namun Satu berkumandang!

 

“AKU MENDATANGI ENGKAU, DENGAN NAMA TUHAN SEMESTA ALAM!
ALLAH SEGALA BARISAN ISRAEL YANG KAU HINA ITU!”

 

LARI!

LARI, KAWAN!

BUKAN MENJAUH, TAPI MENUJU!

AYUN GAIRAH MERESAP ARAH!

 

SATU, DAN LALU…!!!

 

 

 

 

Mentari baru, siang pun baru.

Hadir tak tentang, bayang tak halang.

 

Semarak dan arak.

Tembok-tembok, pedang dan puji.

 

Bersama kata, iriskan zaman dan sanjungan.

 

“Aku telah mendapat Daud bin Isai.
Seorang yang berkenan kepada-Ku.
Dia yang melakukan kehendak-Ku, pada zamannya.”

 

 

 

Mentari jauh, siang pun jauh.

Namun satu sisa, apa bayang terhalang?

 

Tidak, Kawanku.

Sang Muda tak senang akan bayang.

 

Baginya, Satu hanya layak menjulang!

 

Muda, pada Raja.

Raja, pada zaman.

Ajari kami, terangi kami.

Bukan gunung kami lihat.

Bukan tombak kami tatap.

Tapi Dia…

Sang Kudus Ajaib dari Israel!

Sang Satu Kuat dari Yehuda!

Terpujilah Nama-Nya!

Terpujilah Nama-Nya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s