Tinta

Pena, tinta, dan judul…

Satu hilang, tiada meresap…

 

Mari mulai, ayo dan karya…

 

Gores hari, tuliskan tahun!

Detik dentang berdulu berlari!

Sejarah hidup berkembang terus menerus!

 

Zaman, zaman, zaman…

Terbentuk dari satu, bermekar masihlah satu.

 

Ini melaju, sama itu pun maju…

 

Cepat! Cepat! Oh, cepat!

 

 

La… Lalu…

 

 

 

Di mana ini…?

 

Tulis tiba di tempat yang asing.

Kisah sampai di tanah tanpa tuan.

 

Toleh, kami mencari…

 

Je… Jejak…

Jejak menghilang!

 

DI MANA?!

DI MANA?!

 

Semua kejayaan!

Semua keemasan!

 

Semua… Menghilang! Menghilang! Menghilang!

 

Apa… Apa salah tulis…?

 

 

 

 

Sementara itu…

Jauh, sejajar dan hidup.

 

Meluas dan lebar, memanjang dan isi.

Meraih segala, meresap semua!

 

Tak terhenti, tak terperi!

Di atas putih, jejak tetap dari zaman ke zaman…

Tanpa noda, hanya indah memberi.

 

Pertama, jejak, lalu Penulis.

 

Angkat wajah, temukan Tiga.

 

Senyumkan teduh, bawakan damai.

Ulur, dan tawarkan.

“Mari menulis bersama.”

 

 

 

 

Jadi itu rahasianya…

 

Pena, tinta, dan kisah.

 

Tiada salah dengan pena…

Ataupun salah dengan kisah…

Hanya tinta ada berbeda.

 

Pilihlah, wahai penulis…

 

Tintamu sendiri?

Penuh bercak dan noda hitam.

Tiada tetap hilang dimakan alam…

 

Atau tinta dari Sang Tiga.

Kirmizi, salju, bersih, dan kayu.

Merah murni menggambar zaman…

 

 

Tinta, pena, dan judul.

Ini kisah satu, juga kisah kamu.

 

Namun Dia, namun Tiga.

Empunya segala, Pencipta segala.

 

Tinta merah, robek tembok gariskan waktu.

 

Satu judul, satu kisah.

Kisah Penebus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s